KELOMPOK 2 : TOR LIPUTAN Pengrajin genteng banyak beralih menjadi bapak/ibu kos
Disusun oleh:
1)
Ahmad Santoso (1740210037)
2)
M. Syamsul Arifin (1740210055)
3)
Muhammad Rif’an (1740210054)
4)
Lutfi Tria Maharani (1740210046)
5)
Fitria Muna K.N (1540210031)
6)
Hafidhotul Amaria (1740210057)
TOR LIPUTAN
Judul :
Pengrajin genteng banyak beralih menjadi bapak/ibu kos
Tema : Ekonomi
di sekitar kampus IAIN Kudus
Latar Belakang :
Desa Conge adalah desa
yang terdapat sebuah kampus yang besar yaitu IAIN Kudus, sehingga para pelaku
bisnis memanfaatkan hal tersebut untuk mencari mata pencaharian, mulai dari print,
fotocopy, hingga kuliner. Walaupun begitu, masih ada juga usaha tradisional
yang sudah ada sejak lama, yaitu pembuatan genteng. Walau terbilang sebagai
usaha yang kuno, tapi usaha genteng di Conge sampai saat ini masih tetap ada
walaupun ada penurunan jumlah pengrajin.
Karena dampak dari
berkembangnya kampus di desa tersebut, yaitu STAIN Kudus yang sekarang menjadi
IAIN Kudus, para warga banyak beralih untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa, khususnya
kos-kosan. Banyak yang dulunya adalah para pengrajin genteng, perlahan-lahan beralih
mendirikan kos-kosan mahasiswa. Karena setelah dihitung-hitung, membangun
kos-kosan lebih mrnguntungkan dari pada membuat genteng, apalagi dengan semakin
mahalnya bahan-bahan untuk membuat genteng, seperti: tanah liat, selep
tanah, dan bahan bakar. Terhitung pada tahun 2008, banyak warga yang masih yang
menjalankan usaha genting, yaitu 124. Lalu pada tahun 2010 menurun menjadi 99
pengrajin genteng. Lalu pada tahun 2012 menurun menajadi 86 pengrajin. Dan pada
awal tahun 2019, turun menjadi 62 pengrajin saja.
Jumlah pengrajin
genteng di Conge kian hari diperkirakan akan terus menurun, karena semakin
berkembangnya kampus IAIN Kudus, dan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa IAIN
Kudus, sehingga warga sekitar memanfaatkan itu untuk bisnis yang target
pasarnya adalah para mahasiswa seperti print, fotocopy, kos, dan lain-lain.
Angle / Sudut
Pandang
Penurunan drastis
jumlah pengrajin genteng di desa Conge, karena berkembangnya kampus IAIN Kudus.
Narasumber:
2.
Kepala
Dusun (Bapak Giarto)
Daftar Pertanyaan
1.
Pengrajin genteng. Kenapa banyak yang beralih menjadi kos ?
2.
Pengrajin
genteng. Kenapa ada yang masih bertahan ?
3.
Pemerintah Desa. Berapa jumlah penurunan
pengrajin genteng setiap tahunnya ?
4.
Pemerintah Desa. Apakah nantinya akan
terjadi penurunan lagi ?
Suara :
- Proses angkutnya tanah liat
- Suara Truk
- Sampai di lokasi pembuatan
- Proses penurunan / pelangsiran tanah
liat
- Proses perataan tanah liat
- Proses pres genteng
- Suara mesin pres
- Penataan untuk dibakar
- Suara bahan pembakar
- Suara pembakaran
- Suara penataan di gudang
- Suara pengiriman genteng ke konsumen
- Penataan Genteng
- Pembakar genteng
Komentar
Posting Komentar