KELOMPOK 3 : CHAPTER 3 SEJARAH TELEVISI DAN AUDIENS
Bab ini
adalah penyelidikan tentang bagaimana wacana televise yang berkembang di
Indonesia selama 30 tahun terakhir, cara pemirsa televisi telah di bangun oleh
berbagai lembaga social dan karya ideologis yang dilakukan oleh para penonton.
Dalam analisis audiensi televisi di Indonesia saya mulai dari uraian Jonh
Hartley bahwa audiens televisi adalah suatu konstruksi khayalan wacana yang
mengelilingi dan melembagakan praktik siaran dalam pengaturan tertentu. Wacana
ini dilakukan oleh semua orang yang memiliki kepentingan di televisi dan dapat
mencakup yang berikut : industri televisi, lembaga politik, hukum, lembaga
kritis (akademis dan jurnalistik), dan kelompok sukarela dengan perantara
khusus yang berfungsi sebagai kelompok tekanan.
Pertama,
membahas pemirsa TVRI yang dibangun oleh wacana pemerintah resmi, kepentingan
komersial dan kritikus dari tahun 1962 hingga 1989, periode yang dimulai dengan
berdirinya televisi dan diakhiri dengan pengenalan penyiar komersial pertama.
Bagian selanjutnya dari bab ini membahas perubahan dari konstruksi audiens TVRI
setelah pengenalan televisi komersial, merujuk lagi kepada wacana resmi dan
kritis mengenai TVRI. Bagian akhir dari bab ini membahas tentang konstruksi
penonton dari dua saluran komersial RCTI dan TPI dari 1989 hingga 1991 ketika
mereka pertama kali mulai siaran. Analisis dalam bagian ini sejajar dengan
diskusi audiens TVRI mengambil wacana lisensi dan jurnalistik dari pemirsa
televisi komersial. TVRI-A Penyiar Layanan Public Dalam Keputusan Mencari
Pemirsa (1991) yang membedakan antara sistem penyiaran layanan komersial dan
public, berpendapat bahwa kedua sistem berbeda secara mendasar mengenai asumsi
tentang tujuan budaya dan politik dari penyiaran, dan perbedaan ini berkaitan
erat dengan perbedaan yang ditandai dalam bagaimana masing-masing sistem lebih
memilih untuk mendefinisikan hubungan institusi khaayak. Sementara ada bentuk
yang lebih lemah dan kuat dari model penyiaran public, sistem penyiaran
memberikan audiensi apa yang diinginkan.
Sebuah
sistem penyiaran komersial biasanya memusatkan perhatian pada segmen-segmen
daripada seluruh audiens nasional dan mengarahkan programnya untuk menarik dan
menahan audiens sebagai sasaran. Tujuan penyiar adalah untuk memberikan audiens
yang dapat diprediksi (tersegmentasi secara demografis) kepada pengiklan yang
merupakan sumber utama pendanaan unruk siaran komersial. Lembaga penyiaran
komerisal membangun pemirsa sebagai pasar sekligus sebgai penonton. Mengingat
bahwa tujuan utama penyiaran komersial adalah untuk memberikan audiensi kapada
pengiklan, hanya mendapatkan kepuasan penonton tujuan ekonomi utama mereka.
Iklan
muncul di TVRI untuk pertama kalinya pada bulan maret 1963 ketika kartu poster
dan slide disertai dengan musik diputar selama 10 detik interval antara program
yang dijadwalkan. Bagian komersial diciptakan di TVRI untuk menangani iklan dan
pengaturan sponsor. Audiensi televisi secara serentak adalah publik dan
pasarannya, meskipun toleransi masing-masing pihak dalam penyiaran menerima
visi dan prioritas pihak lain yang dibiasakan dalam apa yang diputar sulit
untuk dinilai, visi ini berlanjut hingga 1 April 1981 ketika iklan televisi
dilarang atas perintah presiden Soeharto. Setelah 1981 TVRI adalah benar untuk
mengetik, sebagai penyiar publik yang didanai dari subsisdi pemerintah dan
biaya lisensi. Tetapi dampak dari TVRI dari kerugian substansial dan tiba-tiba
seperti pendapatan sangat besar.
KELOMPOK 3:
- Muhammad Isna Syafi’i
- Muhammad Ari Maulana
- Arfiatul Khusna
- Muhammad Lutfi Syaf
- Isna Alfiatin Nafiah
- Diah Pitaloka
- Ika Yulianing Tiyas
Komentar
Posting Komentar